Posts

Kepada Bromo dan dua perasaan

Senin, 11 April 2021 Kepada Bromo Saksi atas leburnya segala pengharapan dan perasaan Hari ini aku menyudahkannya. Hari ini aku kembali merasakannya. Menyudahkan segala rasa dan pengharapan, yang setiap hari kucoba rawat. Menyudahkan segala rasa dan pengharapan, yang setiap hari kucoba percaya. Menyudahkan segala rasa dan pengharapan, yang setiap hari aku kokohkan. Namun semua usaha, ternyata menjadi angan yang bergerumul dengan keputus asaan. Aku akhirnya memilih menyerah. Menyerah dengan semua kisah yang rumit ini. Memilih untuk berpetualang asa dengan perasaan yang menyedihkan. Tidak ada lagi hal yang ku genggam dengan erat. Tidak ada lagi hal yang harus ku ceritakan dengan kisah ini. Aku berhenti. Maaf bukan tak ingin berjuang bersama. Rasanya terlalu menyakitkan untuk diriku. Kepada Bromo dihari itu. Terimakasih telah menjadi saksi atas hancurnya hati ini. Terimakasih telah menjadi saksi bagaimana aku menangis di dalam keheningan. Terimakasih telah menjadi saksi bagaimana aku bers...

Senja dan Jingga

Kamu tahu hal apa yang begitu menyakitkan dalam hidup ini? Bersama namun tak ditakdirkan bersama. Segaris namun sebenarnya hanya bersinggungan. Banyak hal yang tak dapat di suakan. Layaknya Senja dan Jingga. Jingga yang selalu hadir menemani Senja. Senja pun demikian selalu bersama dengan Jingga. Namun walau mereka bersama di saat itu,  akan ada waktu mereka menghilang.  Senja di paksa menghilang karena malam meminta. Jingga di paksa menghilang karena senja pun menghilang. Senja dan Jingga selalu bertemu. Senja selalu menunggu kedatangan Jingga. Jingga pun sebaliknya. Menunggu kedatangan Senja. Namun tahukah kamu? Tidak selalu senja akan bertemu dengan Jingga. Akan ada saatnya Senja bertemu langsung dengan Gelapnya Malam. Dan Jingga ? Jingga akan selalu menunggu Senja menjemputnya.  Namun pada akhirnya.. Jingga mengalah. Mengalah kepada Gelapnya Malam. Jingga sadar bahwa kehadirannya belum tentu membersamai senja. Lalu senja bagaimana? Senja pun menunggu Jingga, namun ia ...

Kepada 2 Januari 2021 (02012021)

Hi, Januari 2021 Sebagai pembuka awal kehidupan yang baru Sekaligus sebagai awal aku membuka  Segala perasaaan yang telah lama terkubur  Tentang kamu-, Aku menemukanmu secara tak sengaja Melalui pertemuan pada malam itu Pertemuan yang secara tak sadar Telah meruntuhkan sebagian dinding pertahanan Yang telah kubangun dan ku jaga selama ini Menurutku cinta itu hanyalah sebuah karya emosional yang semu Tidak ada benar-benar manusia yang tulus dalam memaknai cinta bahkan aku sendiri telah lama percaya bahwa tidak ada cinta yang tertanam pada hati siapapun. Patah hati terakhirku sungguh hebat. Aku menggantungkan segala angan dan cinta kepada seseorang Seseorang yang kupercayai bahwa dia akan menjaga diriku hingga akhir. Aku tidak pernah percaya sebelumnya bahwa dia yang akan mematahkan diriku pada akhirnya. Aku juga tidak pernah percaya Bahwa kami hanyalah kisah sebatas hadir, namun bukan takdir. Ku buang segala perasaan yang ada. Segala kenangan serta mimpi yang telah di bangun se...

Tahun 2020 (2)

Tahun 2020, awal Merupakan sebuah awal dalam memulai kehidupan (-bagi orang lain) Merupakan sebuah awal untuk menata sesuatu yang rusak (-aku) Aku tahu, kediamanku di kota Purwokerto ini kian berkurang. Banyak hal yang harus aku siapkan. Yaitu, kehilangan. 24/7 hidupku tentang kehilangan, yang berujung mengiklaskan. =========================================================================== Yogyakarta , menjadi kota awal untukku dalam menata sesuatu yang rusak Sebulan lamanya, aku melihar romantisme dari kota ini Yogyakarta yang selalu meninggalkan kenangan manis di dalamnya Yogyakarta yang selalu meninggalkan cerita indah di dalamnya Tepatnya Malioboro menjadi saksi bahwa aku kian pulih dari luka yang lama Tepatnya Gunung Kidul menjadi saksi bahwa aku mencoba untuk bangkit dari sesak yang menyesakkan. Purwokerto, menjadi kota pertengahan untukku dalam mempersiapkan perpisahan Teman-teman yang kian menghilang dalam beberapa bulan terakhir Namun teman-teman yang kian bermunculan dalam b...

Tahun 2020 (1)

Hai 2020 ku ! -Berbicara tentang tahun ini, bener-bener banyak hal yang ga bisa diungkapkan- Banyak sukanya, banyak dukanya juga Banyak mengiklaskan, banyak tergantikan oleh yang baru Banyak melupakan, banyak mengingat Banyak terjatuh, banyak bangkitnya Banyak suara yang terdengar, banyak suara yang hanya lirih saja Banyak yang hilang, banyak yang baru Banyak yang lari, banyak yang menghampiri Hingga Banyak berharap namun lupa, bahwa semua harapan akan menjadi usang pada akhirnya. Hai 2020 ku, Semesta 2019 pernah berbicara pada malamku,kala itu.  Iklaskan sesuatu yang memang bukan ditakdirkan untukku. Kelak_suatu saat kamu akan dipertemukan dengan takdir yang akan hanya untukmu. Karena takdir tidak akan pernah salah memilih dengan pemilik aslinya. Desember 2019, aku menangis tersedu-sedu. Nyatanya apa yang aku genggam, harus terlepas begitu saja. Sekuat apapun aku berusaha untuk menggenggam Nyatanya hal itu memang tidak di takdirkan untukku. Aku kehilangan banyak hal. Yang membuatk...

Setengah Desember 2020

2020 Untuk diriku sendiri. Diri yang selalu memaksa bahwa kamu harus kuat. Melawan segala bentuk luka di masa lalu. Luka yang tak pernah padam, bahkan akan selalu membara. Luka yang akan selalu tumbuh, hingga kamu menjadi perempuan seutuhnya. Untuk diriku yang tersayang. Semoga kelak, kamu akan mendapatkan ruang untuk hati yang lelah. Hati yang selalu berharap kepada hati manusia. Hati yang selalu menjadi penyembuh bagi luka seseorang. Hati yang selalu menjadi laskar cahaya kehidupan seseorang. Untuk diriku yang tersayang. Aku mengerti banyak sekali kehilangan yang sudah kamu alami. Kehilangan yang memaksamu untuk melepaskan segala rasa yang pernah kau harap. Kehilangan yang memaksamu untuk mengerti, bahwa tak selamanya yang indah akan menjadi bunga. Untuk diriku yang tersayang. Aku tau harimu berat. Banyak kekosongan yang kamu lalui. Banyak hati yang tidak kamu pahami. Banyak sedih yang tidak kamu tangisi. Kamu memaksa dirimu untuk mengerti bahwa nyatanya Ada sedih tanpa air mata Ada ...

Perpisahan (2)

Ku bertanya kepada salah satu bintang pada malam itu. Akankah ada seseorang yang benar menjadi pelindung kelak (?) Namun... langit pada hari itu tidak memberikanku sebuah jawaban. =========================================================================== Aku pernah percaya kepada sebuah takdir dan keajaiban. Mereka akan bertemu dan mencipatkan sebuah kisah yang baru. Aku pernah mencintai orang dengan segenggam harapan dan asa  Aku pernah menyayangi orang dengan menggadaikan seluruh perasaan  Namun, pada akhirnya kecewalah yang menemuiku.. Bicara tentang cinta, kamu akan mengerti betapa ia akan pudar dalam suatu masa. Cinta yang kau genggam erat, nyatanya suatu saat ia akan membuatmu jatuh dalam luka yang dalam. Bahkan ketika kamu tidak bisa menggenggam cinta yang erat, kamu akan dihadapkan pilihan. Melepaskan atau dilepaskan... Hal itu sungguh membuatku menjadi jiwa yang berujung pada jurang (To Be continued...)